Jakarta (3/1) – Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) diyakini akan mendorong pertumbuhan bisnis dan investasi di Tanah Air. Melalui reformasi regulasi, kehadirannya dapat menjadi akselerasi pemulihan ekonomi nasional pasca pandemi Covid-19 yang masih mencengkram di Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, dengan adanya UU Ciptaker, vaksinasi, daya tahan investor ritel, serta pasar modal. Tahun 2021 ekonomi Indonesia diharapkan bisa stabil dan pulih

Bukan hanya sektor ekonomi, undang-undang tersebut juga berdampak baik bagi masyarakat adat. Seperti dilansir dari republika.co.id, Tenaga Ahli Utama Kedeputian II KSP, Usep Setiawan menyebutkan, UU Ciptaker memberikan keberpihakan dan melindungi masyarakat adat, terutama yang tinggal di kawasan hutan dan kebun. Masyarakat adat akan diikutkan dalam kebijakan penataan kawasan hutan, konservasi hingga Tanah Objek Reforma Agraria ( TORA)

Kekhawatiran masyarakat terkait terbukanya tenaga kerja asing di Indonesia berdampak buruk bagi tenaga kerja lokal serta dihapusnya upah berdasarkan provinsi atau kota/kabupaten (UMK).

Seperti yang dikutip dari investor.id, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UHAMKA, Faozan Amar, menyebutkan UU Ciptaker memang membuka kran untuk tenaga kerja asing di Indonesia. Namun tetap dibatasi yakni hanya untuk bidang-bidang tertentu yang tidak bisa dikerjakan oleh pekerja lokal karena kurangnya skill dan keterampilan yang dimiliki,

Sementara itu, menurut peneliti ekonomi PT Bursa Efek Indonesia, Poltak Holtadero, yang mengatakan, dampak utama sebenarnya ada pada FDI ( Foreign Direct Investment) DDI ( Domestik Direct Investment) dan aktivitas UMKM. Ia menambahkan, segmen UMKM sangat jarang disorot. Padahal segmen ini paling dapat manfaat serta menjadi penyerap tenaga terbesar di Indonesia. (Fwi/AI)

Leave a Reply

Your email address will not be published.