Kepolisian Haiti menyatakan pembunuh Presiden Jovenel Moïse, menegaskan para pembunuh negeri itu adalah tentara bayaran. Dinukil dari BBC, mereka terdiri 28 tentara bayaran asing, termasuk pensiunan tentara Kolombia. Mereka membunuh Presiden Haiti Jovenel Moïse awal pekan ini.

Beberapa ditahan setelah baku tembak di sebuah rumah di ibu kota Port-au-Prince, yang dijadikan tempat persembunyian mereka. Polisi menunjukkan para tentara bayaran itu, di depan media dalam keadaan memar dan berdarah. Polisi juga memamerkan senjata mereka yang disita. Beberapa tersangka masih buron, dan setidaknya tiga orang telah ditembak mati oleh polisi.

Masih belum jelas siapa yang mengorganisir serangan tersebut dan motif di balik pembunuhan itu. Menurut kepolisian Haiti, pada dini hari Rabu (7/7), sekelompok pria bersenjata masuk ke rumah Presiden Jovenel Moïse di Port-au-Prince, dan menembak dia dan istrinya. Moïse ditemukan berbaring telentang dengan 12 luka tembak dan mata dicungkil, dan meninggal di tempat kejadian. Istrinya Martine terluka parah dan telah diterbangkan ke Florida untuk perawatan, dan kondisinya masih stabil.

Polisi mengatakan regu pembunuh termasuk 15 orang Kolombia dan dua orang Haiti-Amerika. Warga sipil yang mengetahui pemimpin mereka dibunuh, segera mengambil bagian mencari pelaku, bersama aparat berwajib. Mereka membantu kepolisian menembus semak-semak mencari para tentara bayaran itu.

Para pelaku akhirnya berhasil ditangkap di Kantor Kedutaan Besar (Kedubes) Taiwan. Pihak Kedubes telah mengkonfirmasi bahwa 11 tersangka ditangkap di kompleks diplomatiknya. Dalam keterangannya, Kedubes Taiwan menegaskan pelaku membobol pagar Kedubes untuk bersembunyi di halaman.

“Kami orang Haiti terkejut, kami tidak menerimanya,” kata seorang pria kepada kantor berita AFP. “Kami siap membantu karena kami perlu tahu siapa di balik ini, nama mereka, latar belakang mereka sehingga pengadilan dapat melakukan tugasnya.”

Massa kemudian membakar tiga mobil tersangka dan menghancurkan barang bukti. Kepala polisi meminta warga tenang, dengan menegaskan masyarakat tidak boleh main-main dengan hukum.

Leave a Reply

Your email address will not be published.