Kabul (16/7). Taliban mengusulkan gencatan senjata selama tiga bulan di Afghanistan. Dengan syarat, 7.000 pejuang Taliban yang ditahan pemerintah Afghanistan dibebaskan. Dinukil dari BBC, Nader Nadery, negosiator pemerintah Afghanistan, menggambarkan proposal tersebut sebagai “permintaan besar”. Pemerintah Afghanistan belum berkomentar atas permintaan itu.

Eskalasi pertempuran antara Taliban dan pasukan pemerintah Afghanistan terjadi nyaris di seluruh negeri, hingga ke perbatasan Tajikistan. Bentrokan antara pasukan pemerintah dan Taliban telah meningkat sejak pasukan AS mulai menarik diri dari negara itu.

Taliban baru-baru ini mengklaim pejuang mereka telah merebut kembali 85 persen wilayah di Afghanistan. Perkiraan lain mengatakan Taliban menguasai lebih dari sepertiga dari 400 distrik Afghanistan. Nadery mengatakan para pemimpin Taliban juga telah meminta agar nama mereka dihapus dari daftar hitam PBB.

Tahun lalu 5.000 tahanan Taliban dibebaskan dan diyakini bahwa banyak dari mereka kembali ke medan perang, memperburuk kekerasan di negara itu, kata koresponden BBC Lyse Doucet. Pada hari Kamis (15/7), pasukan Afghanistan mengatakan mereka telah merebut kembali perbatasan dengan Pakistan yang telah diambil oleh Taliban.

Namun pejuang Taliban menyangkal telah kehilangan kendali atas wilayah di perbatasan Pakistan. Rekaman video yang diposting ke media sosial awal pekan ini, memperlihatkan bendera Taliban dikibarkan di atas penyeberangan Spin Boldak dekat Kandahar.

Pasukan Afghanistan telah berjuang untuk menghentikan kemajuan Taliban. Posisi Taliban kian menguat, sejak kesepakatan pada 2020 dicapai dengan pemerintahan mantan Presiden AS Donald Trump. Di bawah kesepakatan itu, AS dan NATO menyetujui untuk menarik semua pasukan, dengan syarat Taliban berkomitmen tak mengizinkan kelompok ekstremis beroperasi di daerah yang mereka kuasai.

Namun Taliban tidak setuju menghentikan peperangan dengan pasukan Afghanistan. Para gerilyawan Taliban saat ini terus terlibat pembicaraan dengan pemerintah Afghanistan, tapi serangan terus berlanjut. Banyak yang khawatir,pasukan keamanan Afghanistan akan runtuh sepenuhnya di bawah serangan gencar tersebut.

Para pengamat mengatakan, sejak pemerintah Presiden AS George W Bush yang mengirim pasukan ke negeri itu pada 2001, penarikan mundur pasukan AS dan NATO hanya akan berimbas “sangat buruk”.

Leave a Reply

Your email address will not be published.