Jakarta (9/11). Hari Kebebasan Sedunia adalah perayaan federal Amerika Serikat yang dideklarasikan oleh Presiden George W. Bush. Hal ini untuk memperingati jatuhnya Tembok Berlin dan berakhirnya pemerintahan komunis di Eropa Tengah dan Timur. Hari kebebasan sedunia ini dimulai pada tahun 2001 dan dirayakan pada tanggal 9 November loh.

Berdirinya Berliner Mauer

Pada 12 Agustus 1961 silam, Jerman Timur memulai pembangunan Tembok Berlin. Tembok sepanjang 155 km itu menjadi simbol Perang Dingin yang membagi Berlin menjadi dua bagian, Jerman Timur dan Jerman Barat yang terus berdiri hingga pada 1989 tembok Berlin diruntuhkan.

Jerman Timur menyatakan bahwa Tembok Berlin dibangun untuk melindungi warganya dari berbagai pengaruh yang dapat memicu gerakan-gerakan besar sehingga mereka dapat membentuk pemerintahan komunis di Jerman Timur.

Itu sebenarnya hanya dalih semata karena dalam kenyataannya, Tembok Berlin didirikan untuk mencegah penduduk Jerman Timur ke wilayah Jerman Barat hal ini disebabkansejak usainya Perang Dunia II, Jerman terbelah menjadi dua wilayah.

Perang Dunia II yang pecah sejak 1939 banyak dampak besar bagi Eropa, salah satunya adalah Jerman yang kala itu muncul sebagai kekuatan besar di bawah kendali Nazi pimpinan Adolf Hitler. Nazi kemudian harus menghadapi Sekutu, juga Uni Soviet. Setelah itu, diadakan perundingan antara Sekutu dengan Uni Soviet.

Perundingan ini tidak berakhir mulus karena Soviet menolak usulan rekonstruksi Jerman pasca perang. Sebagian wilayah Jerman dikuasai Soviet (Blok Timur) sedangkan sebagian lainnya dipengaruhi Sekutu (Blok Barat). Bahkan, Kota Berlin pun terbagi dua. Dinding raksasa ini dibangun tepat di tengah Kota Berlin.

Di sisi lain, Jerman Barat mengecam pembangunan Tembok Berlin dan menyebutnya sebagai ‘dinding yang memalukan’ karena membatasi kebebasan orang untuk bergerak, mengutip pernyataan John F. Kennedy yang saat itu menjabat Presiden AS.

Namun, perkembangan kedua wilayah ini sungguh berbeda. Dengan dukungan negara-negara liberal yang kapitalis, Jerman Barat mengalami pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Hal sebaliknya terjadi di Jerman Timur di bawah pengaruh Uni Soviet yang komunis.

Perbedaan kualitas hidup memicu gelombang imigrasi besar-besaran dari Jerman Timur ke Jerman Barat, terutama sejak 1950. Meskipun tidak sedikit imigran yang bisa dihentikan, namun ratusan ribu orang lainnya berhasil melintasi perbatasan.

Runtuhnya tembok itu memang dipicu salah satunya oleh kekeliruan birokrasi, tetapi ini terjadi di tengah gelombang revolusi yang membuat blok komunis pimpinan Soviet limbung dan kemudian membantu terciptanya tata dunia baru.

Tembok yang memisahkan Jerman Barat dan Timur itu runtuh pada 9 November 1989, lima hari setelah setengah juta orang berkumpul melakukan protes masssal di Berlin Timur.

Pemerintah Jerman Timur berusaha meredakan unjuk rasa dengan melonggarkan perbatasan untuk memudahkan warga Jerman Timur untuk bepergian ke Barat.

Memisahkan Timur dan Barat Pasca Perang Dunia II

Jerman yang kalah perang dibagi-bagikan untuk Amerika Serikat, Inggris, Prancis dan Uni Soviet- yang menduduki bagian timur. Jerman Timur yang nama resminya adalah Republik Demokratik Jerman menjadi tumpuan Uni Soviet di Eropa Barat.

Tembok yg awalnya hanya dikelilingi perbatasan beton dan kawat berduri yang dijaga ketat sepanjang 155 kilometer, hingga menjadi tembok beton ini akhirnya dihancurkan pada 9 November 1989.

Setelah kebijakan perjalanan Jerman Timur yang baru diumumkan melalui konferensi pers yang disiarkan langsung di TV pemerintah, kebijakan undang-undang itu mengumumkan bahwa semua warga Jerman Timur dibebaskan bepergian ke Barat dan langsung berlaku usai diumumkan.

Pecahnya Revolusi 1989

Revolusi 1989 disebut juga dengan Kejatuhan Komunisme atau Revolusi Eropa Timur adalah revolusi yang pecah di negara komunis di beberapa negara Eropa Tengah dan Timur.

Revolusi ini dimulai di Polandia tahun 1988, kemudian berlanjut di HungariaJerman TimurBulgariaCekoslowakia, dan Rumania. Salah satu hal penting dalam perkembangan revolusi ini adalah penggunaan demonstrasi anti kekerasan terhadap pemerintahan partai tunggal dan tuntutan untuk perubahan.

Ketika itu Rumania adalah satu-satunya negara Blok Timur yang menggulingkan rezim komunisnya melalui kekerasan. Akhirnya revolusi anti-komunis yang paling terkenal adalah runtuhnya Tembok Berlin, yang akhirnya menjadi pintu gerbang Reunifikasi Jerman tahun 1990.

Uni Soviet dibubarkan akhir tahun 1991 yang menghasilkan 14 negara baru: Armenia, Azerbaijan, Belarusia, Estonia, Georgia, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Latvia, Lithuania, Moldova, Tajikistan, Turkmenistan, Ukraina dan Uzbekistan. Mereka mendeklarasikan kemerdekaan dari Uni Soviet dan saat ini sebagian besar sisa Uni Soviet adalah Federasi Rusia.

Dilansir melalui Wikipedia, sejarah dari hari besar ini dilatar belakangi kelompok pemuda konservatif seperti Young America’s Foundation dan College Republicans yang mendesak siswa untuk memperingati hari ini (menjadi tanda awal dari “Pekan Kebebasan” termasuk Hari Veteran) dengan ‘merayakan kemenangan atas komunisme’ melalui kampanye pamflet yang provokatif dan proyek aktivisme.

Banyak komentator dan aktivis politik konservatif menggunakan momen Hari Kebebasan Sedunia sebagai kesempatan memuji Presiden Ronald Reagan yang pada saat itu menjadi Presiden Amerika Serikat ke 40, dan dianggap bertanggung jawab atas runtuhnya Uni Soviet serta berakhirnya Perang Dingin.

Penulis: Indah Amalia

Leave a Reply

Your email address will not be published.