Mataram – Gubernur NTB Zulkieflimansyah membuka secara resmi rapat konsolidasi tertinggi DPW LDII NTB. Ada yang menarik perhatian dalam perhelatan Muswil VII LDII NTB yang dilaksanakan di Hotel Jayakarta pada Rabu (25/8), yakni ketika Gubernur Zulkieflimansyah mencium tangan gurunya yang bernama Sugiyanto.

Kehadiran Dewan Penasehat LDII Provinsi NTB, Sugiyanto dalam acara Muswil VII LDII NTB nampaknya menjadi kejutan bagi Zulkieflimansyah. Sugiyanto adalah pensiunan guru SMAN 1 Sumbawa sekaligus guru Zulkieflimansyah. Sejak lulus SMA pada 1990, ia sudah lama tak bersua dengan gurunya itu.

Mengingat jasanya semasa mengajar, ia dengan hormat dan penuh kasih sayang mencium tangan sang guru sembari berucap “Tanpa beliau saya tidak akan menjadi Gubernur,” ujar Bang Zul panggilan akrabnya. Bahkan Bang Zul mengajak gurunya tersebut berswa foto hanya berdua saja di depan panggung Muswil LDII.

Bang Zul pun memanjatkan doa panjang umur dan selalu sehat. Dalam kesempatan itu, Sugiyanto bercerita aktivitas Zulkieflimansyah, yang aktif berorganisasi di sekolah dan prestasi dalam hal pelajaran, “Dia anak yang pintar,” ujarnya.

Tentu, peristiwa itu mengundang haru para peserta Muswil. Sang guru merasa bangga dengan pencapaian muridnya, selain berhasil menjadi gubernur, Zulkieflimansyah juga pernah meraih penghargaan Peneliti Muda Ternaik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan eraih gelar Doktor Ekonomi Industri dari Departemen Ekonomi, Universitas Strathclyde, Glasgow.

Sebagai gubernur dari timur, suara lantang, serius berbalut humor merupakan gaya khasnya. Humor yang terlempar saat itu, Muswil cukup sejam saja, tak perlu lama-lama. Sisanya dapat digunakan untuk berwisata di Sirkuit Mandalika dan Pantai Senggigi.

Candaan itu tak berarti tanpa tujuan yang pasti, namun ia gunakan sebagai promosi pariwisata yang ada di NTB. Mengingat, Sirkuit Mandalika merupakan mega proyek nasional yang rencannya akan menggelar balapan MotoGp pada bulan November 2021 mendatang. Sementara, Pantai Senggigi merupakan destinasi wisata terindah di dunia.

Selain untuk membuka Muswil, arahan dari gubernur sangat dinantikan para pengurus LDII untuk kemashlatan umat. Bang Zul mendorong LDII menciptakan kader berlatarbelakang insinyur, “Apalagi saya melihat organisasi ini berbeda, ketua wilayah dan ketua umumnya berlatar belakang insinyur semua,” ujarnya.

Menurut Bang Zul, sebagai negara berkembang, Indonesia butuh banyak insinyur untuk mengejar ketertinggalan. Cara pandang yang sistematis para insinyur diharapkan mampu berkontribusi dalam pembangunan di Indonesia. Ia juga berharap hal itu bisa menjadi program LDII di seluruh tingkatan.

Ia menuturkan meski Muswil LDII berjalan singkat, diharapkan dapat menghasilkan pemimpin dan hasil yang mampu mengantisipasi dan beradaptasi dengan perkembangan ke depan. Mengingat ormas Islam mendapat tantangan yang besar di tengah pandemi.

Selain itu, kemajuan teknologi seperti kecerdasan buatan yang mampu manusia mendeteksi dan memprediksi dengan keilmuan juga menjadi tantangan yang besar bagi ormas Islam, “sehingga memperbanyak insinyur ini sangat penting,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso mengungkapkan harapan Gubernur itu, menjadi motivasi dan spirit bagi peserta muswil untuk melahirkan program, yang dapat berkolaborasi dengan pemerintah.

“Kader-kader terbaik yang hadir dalam Muswil menentukan langkah strategis LDII, sebagai kontribusi berkelanjutan untuk bangsa dan negara, lebih-lebih bagi kemajuan daerah,” ujar Chriswanto Santoso yang juga insinyur teknik perkapalan, lulusan Universitas New Castle, Inggris.

Dalam paripurna Muswil itu, diputuskan memilih dan menetapkan kembali Abdullah A. Karim sebagai Ketua DPW LDII NTB untuk masa bakti 2021-2026

Leave a Reply

Your email address will not be published.