Jayapura (16/7). Kondisi Papua aman dan kondusif. Warga berkegiatan seperti biasa, tanpa rasa takut usai pengesahan revisi UU Otsus. Menurut Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tak ada laporan seperti kekerasan dan kerusuhan.

“Hingga Kamis (15/7) malam sekitar pukul 20.00 WIT, tidak ada laporan menonjol dari polres-polres, namun anggota kepolisian setempat saya minta tetap waspada,” kata Irjen Fakhiri kepada ANTARA. Kamtibmas tetap kondusif, menurutnya karena peran pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan tokoh agama di wilayah mereka masing-masing, “Tanpa bantuan dan kerja sama dengan mereka, kondisi normal seperti ini tak akan terwujud,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kamis (15/7), DPR resmi mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua menjadi undang-undang (UU). Pengambilan keputusan tersebut dilakukan dalam Rapat Paripurna Penutupan Masa Sidang V Tahun Sidang 2020-2021.

Sementara itu, Wakil Ketua I DPR Papua Yunus Wonda, di Jayapura, mengatakan pihaknya berharap pengesahan draf menjadi undang-undang tersebut, tidak lagi menimbulkan gejolak di tengah masyarakat Papua, “Selanjutnya, kami akan menyerahkan kembali aspirasi-aspirasi rakyat Papua, untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan dalam pelaksanannya,” katanya.

Menurut Yunus, meskipun telah disahkan, tidak menutup kemungkinan terdapat bagian-bagian yang harus diperbaiki. Aturan tersebut harus benar-benar cermin kepentingan dan kebutuhan rakyat Papua, bukan sikap arogansi. Ia meminta, pada masa mendatang Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Daerah di Provinsi Papua, dilibatkan dalam setiap proses yang berkaitan dengan undang-undang tersebut.

Dia menambahkan dengan melibatkan DPRP lebih banyak dan lebih dalam, maka tidak akan banyak bermunculan gejolak-gejolak di tengah masyarakat yang selanjutnya justru menjadi konflik baru. ANTARA

Leave a Reply

Your email address will not be published.