Jakarta (23/3). Tudingan terkait tindakan diskriminatif atas mundurnya tim nasional (timnas) bulu tangkis Indonesia dari kompetisi All England 2021, berkenaan dengan kasus Covid-19 dibantah oleh Duta besar Inggris untuk Indonesia, Owen Jenkins. Ia mengungkapkan bahwa semua pihak dapat memahami keputusan maupun perlakuan diskriminasi yang terjadi.

“Semua orang yang berkunjung ke Inggris harus mengikuti aturan yang berlaku untuk melindungi kesehatan sesama pengunjung, dan masyarakat yang lebih luas di Inggris,” ungkap Jenkins dalam pernyataan yang diunggah di laman instagram Kedubes Inggris Jakarta, Senin malam.

Meski Timnas bulu tangkis Indonesia sedang bertanding di All England, mereka harus mengubur mimpi, sebab para pemain diwajibkan menjalani isolasi mandiri selama 10 hari. Sebelumnya, diketahui ada salah satu penumpang dalam satu pesawat dinyatakan terinfeksi positif Covid-19, dalam rute dari Istanbul ke Birmingham.

Menururt Jenkins, kejadian tersebut merupakan kecelakaan murni dan tidak dapat menyalahkan siapa pun. Ia menambahkan, penerbangan Turkish Airline itu ialah sebuah pesawat kecil dengan lorong tunggal.

“Dalam situasi tersebut, tindakan yang harus dilakukan adalah menyatakan semua penumpang dalam penerbangan itu dinyatakan terpapar Covid-19. Dalam hal ini, para penumpang wajib melakukan isolasi mandiri guna bertujuan melindungi kesehatan masyarakat,” ujar Jenkins.

Ia menegaskan peraturan pemerintah Inggris tidak mengizinkan pengecualian apapun terkait persyaratan isolasi mandiri. Ia menambahkan pemerintah Inggri tidak diskriminatif dalam menegakkan aturan protokol kesehatan. Sebagai contoh Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson juga diisolasi 10 hari pada November lalu, saat dirinya berjumpa dengan seorang yang terpapar positif Covid-19.

Ia mengaku prihatin dengan mundurnya timnas Indonesia dari ajang All England, sebab para pemain telah menyiapkan diri dengan berlatih keras untuk berlaga di ajang bergengsi tersebut. Dan para atlet dan staf terkait juga bekerja sangat keras untuk menciptakan rasa aman bagi banyak orang sehingga turnamen tertua di dunia itu dapat berjalan kondusif.

“Saya sangat sedih atas kejadian yang sangat disayangkan ini, yang telah menyebabkan timnas bulu tangkis Indonesia gagal mengikuti turnamen All England. Saya bisa merasakan kekecewaan para penggemar bulu tangkis di Indonesia, namun terutama kekecewaan para atlet yang telah bekerja sangat keras untuk mencapai puncak prestasi mereka,” tutupnya.

Terkait insiden tersebut, Presiden Federasi Badminton Dunia (BWF), Paul-Erik Hoyer Larsen melayangkan surat permintaan maaf kepada Pemerintah Indonesia terkait keputusan yang tidak menyenangkan di All England 2021. Hal itu dibenarkan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali yang menyebut bahwa Larsen sangat menyesal dan kecewa atas insiden tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published.