Jakarta (16/7). Lokasi vaksinasi di Ponpes Minhaajurrosyidin, Jakarta Timur kembali ditinjau oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo, pada Selasa (13/7).

Dalam kunjungannya kali ini, kedua petinggi negara itu disambut langsung oleh Ketua Umum DPP LDII Chriswanto Santoso dan Ketua Ponpes Minhajurrosyiddin KH Muhammad Asy’ari Akbar. Mereka meninjau langsung jalannya vaksinasi anak usia 12 tahun ke atas.

Dalam kesempatan itu, Ketua Ponpes Minhajurrosyiddin KH Muhammad Asy’ari Akbar mengatakan pihaknya siap membantu kapanpun pemerintah membutuhkan.

“Kami sangat bersyukur telah dipercaya sebagai fasilitator terlaksanya vaksinasi ini. Sebab, selain membangun karakter generasi penerus sebagai pribadi yang alim-faqih, berakhlakul karimah, dan mandiri, sekaligus pencetak juru dakwah, pondok pesantren kami juga memiliki tugas pengabdian masyarakat,” kata KH Muhammad Asy’ari Akbar.

Menurutnya, kesuksesan penyelenggaran vaksinasi terutama untuk usia 12-18 tahun, merupakan salah satu bentuk pengabdian masyarakat dan segera tercipta herd imunity atau kekebalan komunitas.

Sementara itu, Ketua Umum DPP LDII Chriswanto Santoso menyebut kerjasama antara Puskesmas Cipayung dan Ponpes Minhaajurrosyiddin sejak tanggal 14 Juni 2021 harus dilanjutkan. “Setelah kami berkoordinasi dengan pimpinan kecamatan, tempatnya memungkinkan untuk dilakukan secara berkelanjutan. Selama masih dibutuhkan kami siap membantu,” ujar Chriswanto.

Chriswanto menambahkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan wilayah, diharapkan wilayah dapat bekerjasama dengan Pangdam dan juga Polda untuk melakukan vaksinasi.

“Saat ini DPW Sulsel sudah bekerja sama dengan Kodam Hasanuddin. Sementara DPW Kalbar sudah bekerjasama dengan Polda,” kata Chriswanto.

Menurutnya, DPP LDII terus memetakan daerah-daerah yang memungkinkan kerja sama antara Polda dan Kodam di seluruh wilayah Indonesia. “LDII siap membantu pemerintah dalam percepatan vaksinasi Covid-19 dengan menargretkan anak usia 12-18 tahun. Setiap harinya, kami melayani sebanyak 2000 anak,” pungkasnya.

Berdasarkan data yang dihimpun Kepala Puskesmas Cipayung drg. Rini Muharni, vaksinasi di Padepokan Persinas ASAD Ponpes Minhaajurrosyidin sudah terdaftar sekitar 18.000 peserta. Peserta yang sudah divaksin mencapai 15.000 orang.

“Rata-rata perhari 800 hingga 1.000 peserta yang divaksinasi,” kata Rini Muharni. Ia berharap agar semua orang dapat tervaksinasi baik dosis yang pertama maupun yang kedua, tujuannya agar masyarakat mendapatkan perlindungan yang maksimal.

Dalam kesempatan itu, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan ke depan target pemerintah dalam program vaksinasi akan bertambah jadi 2 sampai 3 juta orang per hari. Untuk itu, kerja sama yang baik antara LDII, Ponpes Minhajurrosyiddin, Puskesmas Cipayung, dan TNI-Polri, target bisa terwujud.

“Tempat ini sesuai karena sirkulasinya bagus, terbuka dan lapangan luas. Seandainya target ke depan ditambahkan 2 sampai 3 juta orang, kami akan menambahkan kembali jumlah tenaga kesehatan,” ujarnya.

Selain itu, Apresiasi juga datang dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Ia menyebut Ponpes Minhaajurrosyidin dan DPP LDII telah ikut berperan dalam program vaksinasi nasional Covid-19. “Ini kedua kalinya kami ke sini. Terima kasih kepada panitia atas pelaksanaan kegiatan vaksinasi massal ini,” ujar Listyo.

Pada kesempatan tersebut, TNI-Polri juga memberikan bantuan sembako beras sebanyak 10 ton untuk Ponpes Minhaajurrosyiddin. “Ini adalah perintah Presiden untuk terus membagikan kepada masyarakat. Kami bersama-sama orang yang melawan pandemi,” ujar Panglima Marsekal Hadi Tjahjanto menambahkan.

Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso berterimakasih atas bantuan beras tersebut. Ia menegaskan komitmen LDII membantu pemerintah dalam menekan penyebaran Covid-19.

“Meski kontribusi kami yang kecil secara nasional, tapi kami ingin berkelanjutan sebagai upaya kami membantu pemerintah mencapai target vaksinasi 1 juta per hari dari target pemerintah,” pungkas Chriswanto.

Leave a Reply

Your email address will not be published.