Pangdam Jaya Harap FPI Dibubarkan, Begini Jawaban FPI

Pangdam Jaya Harap FPI Dibubarkan, Begini Jawaban FPI

Jakarta (20/11). Front Pembela Islam (FPI), ormas Islam yang mulanya menekankan dakwah, belakangan terlibat dalam berbagai kegiatan politik praktis. Terutama dalam Pilkada dan Pilpres di Jakarta. Berbagai pihak yang bersebarangan dengan FPI akhirnya turut berkomentar miring. Saat Imam Besar FPI Muhammad Rizieq Shihab kembali dari Arab Saudi pada Senin (9/10), para anggota FPI menyambutnya dengan antusias. Mereka beranggapan, konsolidasi politik kian mudah, saat sang imam berada di Indonesia. Spanduk dan baliho FPI pun berada di mana-mana. Berkali-kali diturunkan oleh Sapol PP, namun spanduk dan baliho itu didirikan kembali. Anggota TNI pun mencopotinya, “Kalau perlu, FPI bubarkan saja! Kok mereka yang...

Joe Biden Memenangi Pilpres AS, Apa yang Didapat Indonesia?

Joe Biden Memenangi Pilpres AS, Apa yang Didapat Indonesia?

Oleh Singgih Januratmoko, Anggota DPR RI Komisi VI Fraksi Golkar Sejak runtuhnya Uni Sovyet, teater Perang Dingin memunculkan penangtang baru bagi Uni Sovyet. China saat ini menjadi penantang kuat hegemoni Amerika Serikat (AS). Bila Perang Dinggin pada abad 20 bertumpu pada kampanye ideologi, yang membuat AS dan Uni Sovyet mengalirkan bantuan ekonomi untuk menanamkan ideologi. Kini, pada abad 21, adu hegemoni tersebut ditujukan untuk menguasai sumber daya alam dan ekonomi. AS dulu berkarib dengan China, yang persahabatan keduanya dirintis oleh Presiden Nixon yang melawat ke negeri itu pada 1971. AS ingin menjadi China sebagai penyeimbang dalam Perang Dingin. Kedekatan China...

Menyelamatkan Tari Sanghyang Dedari yang Nyaris Punah

Menyelamatkan Tari Sanghyang Dedari yang Nyaris Punah

Bau dupa menyebar, para wanita desa berkebaya putih tunduk takzim. Sementara itu, matera dalam bahasa Bali mengalun. Para lelaki yang mengenakan ikat kepala, yang tadinya menabuh gamelan dengan rancak berhenti sejenak. Pagi itu, di Desa Adat Geriana Kauh, Kabupaten Karangasem, di kaki Gunung Agung pada 12 November 2019, warga meresmikan sebuah museum, yang menjaga tari sakral Sanghyang Dedari tetap lestari. Tarian ini, salah satu yang nyaris punah, karena penutur manteranya banyak yang meninggal. Bahkan mantera untuk mendatangkan Dewi Sri, yang merasuki para penari juga nyaris lenyap. Tarian magis ini terancam punah, karena Sanghyang Dedari, bukanlah pertunjukan yang bisa disaksikan sewaktu-waktu....