Jakarta (25/11). Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawati mensosialisasikan layanan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA 129) pada konferensi pers peringatan Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan yang dilakukan secara virtual.

Layanan ini sudah diluncurkan sejak 8 Maret tahun 2020 dalam hal menindaklanjuti Peraturan Presiden nomor 6 tahun 2020 tentang Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang memiliki tugas dan fungsi sebagai penyedia layanan rujukan akhir, bagi perempuan korban kekerasan dan anak yang membutuhkan perlindungan khusus, yang memerlukan koordinasi tingkat nasional, provinsi maupun internasional.

“Layanan ini sangat komprehensif karena menyangkut tentang enam layanan utama yaitu pengaduan, penjangkauan, pengelolaan kasus, akses penampungan sementara, mediasi, dan pendampingan bagi penyintas,” katanya.

Tak hanya mensosialisasikan, KemenPPPA juga mengajak media supaya ikut berperan dalam mensosialisasikan layanan ini dan mengambil peran dalam dalam upaya promotif dan preventif melalui produksi konten yang sensitif gender dan transformatif gender.

“Peran penting terutama dalam membentuk nilai-nilai dalam kehidupan bermasyarakat seperti yang telah saya sampaikan, akar permasalahan dari kekerasan adalah pola pikir masyarakat yang belum menjunjung Kesetaraan,” jelas Bintang kepada para media.

Webinar KemenPPA, sosialisasi Layanan Sapa 129 untuk korban kekerasan perempuan dan anak. Foto: LINES.

Sebagai upaya untuk penghapusan kekerasan terhadap perempuan dari peningkatan kasus kekerasan yang terjadi belakangan ini, Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) mengkampanyekan 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan, yang dimulai dari tanggal 25 November hingga 10 Desember nanti.

“Perlindungan yang menyeluruh dan sistematik bagi perempuan harus diwujudkan karena perempuan yang berdaya dan terlindungi merupakan modal bangsa untuk menjadi negara yang maju tentunya hal ini hanya dapat dilakukan dengan Sinergi dan dari seluruh sektor pembangunan,” katanya dalam momentum kampanye enam belas hari ‘Anti Kekerasan Terhadap Perempuan’.

KemenPPPA juga menyampaikan dukungannya pada terbitnya Permendikbud Nomor 30 Tahun 2021 tentang pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi yang disampaikan pada konferensi pers hari anti kekerasan terhadap perempuan secara virtual.

“Kami harap dengan terbitnya peraturan tersebut dapat membantu menciptakan ekosistem kampus yang semakin ramah perempuan,” kata Bintang.

Penulis: Dita Rahmatia

Leave a Reply

Your email address will not be published.