Jakarta (16/9). Klorin dan fluor umum dikenal zat kimia yang berbahaya bagi lapisan ozon bumi karena mengakibatkan hujan asam. Tidak hanya dua zat tersebut, amonia dan gas metana yang berasal dari urin dan kotoran ternak sudah lama menjadi masalah besar bagi lingkungan.

Amonia yang bercampur tanah menjadi penyebab hujan asam dan yang berbahaya adalah tingginya kadar nitroksida, tiga ratus kali lebih kuat dari karbondioksida. 

Karenanya baru-baru ini para peneliti di Jerman dan Selandia Baru mulai melatih sapi peternakan untuk membuang urin dan kotoran di toilet penampung khusus sebagai upaya mengurangi kerusakan lingkungan akibat menipisnya lapisan perisai bumi.

Hari Ozon Sedunia atau International Ozone Day yang diperingati setiap 16 September merupakan ajakan bagi manusia dalam melindungi dan melestarikan lapisan pelindung bumi. 

Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di bawah United Nations Environment Programme (UNEP) pada Resolusi PBB 49/199 tahun 1994 menetapkan tanggal itu sebagai tindak lanjut komitmen khusus yang dinamakan Protokol Montreal tahun 1987 bertandatangan negara-negara maju dan berkembang termasuk Indonesia. 

Protokol Montreal 1987 menyerukan semua pihak untuk mengurangi bahkan menghapus penggunaan zat-zat perusak ozon yaitu grup CFC (Chlorofluorocarbon) dan senyawa halogen (campuran dari lima jenis unsur kimia; fluor, klorin, iodin, bromin, astatin) dan termasuk memperparah resiko kebocoran lapisan ozon yang menyebabkan efek rumah kaca.

Unsur ini secara luas digunakan sebagai cairan pendingin (refrigerant) pada freezer, lemari es, AC ruangan, dan mesin pendingin lainnya, kaleng semprot untuk pengharum ruangan, penyemprot rambut (hair spray) atau parfum, body spray, deodorant, busa (foam). CFC tidak terbentuk secara alami dan hanya ada dalam jumlah kecil di atmosfer (kurang dari 0,000001%), namun memiliki sekitar 10.000 kali ‘efek rumah kaca’ dibandingkan dengan karbondioksida. 

Bila lapisan ozon bumi semakin menipis tentu sangat berbahaya bagi manusia karena sinar ultraviolet yang tak disaring dapat menimbulkan kulit terbakar hingga kanker. 

Tahun lalu Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) meluncurkan aplikasi montiR-AC yang bertujuan mengurangi penipisan ozon dengan menyiapkan teknisi Refrigerasi dan Air Conditioner (RAC) yang kompeten. Hal ini menjadi sangat penting karena teknisi yang kompeten akan melakukan servis peralatan RAC dengan benar yang dapat menghindari terlepasnya refrigeran ke udara dan mengurangi penipisan lapisan ozon. 

“Selain itu, servis peralatan RAC yang sesuai dengan standar mesin tersebut juga dapat meningkatkan umur pakai mesin dan menghemat konsumsi energi dari peralatan yang digunakan,” ujar Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim KLHK, Ruandha Agung Sugardiman.

Pada 2021 ini, Hari Ozon Internasional mengusung tema “Montreal Protocol – Keeping Us, Our Food and Vaccines Cool!” yang menitikberatkan pada menjaga bumi dari pemanasan global agar ketersediaan makanan dan vaksin terpenuhi.

Upaya tersebut dapat dimulai dengan mengganti pemakaian alat semprot aerosol dengan bahan yang lebih ramah lingkungan serta mengurangi penggunaan busa (foam) sebagai wadah makanan dengan membawa wadah makan sendiri dari rumah.(latifah)

Leave a Reply

Your email address will not be published.