Nanjing (29/7). Sebanyak 153 kasus COVID-19 dilaporkan di Nanjing, Provinsi Jiangsu China Timur, antara 20-28 Juli. Letupan infeksi itu, membekukan industri pariwisata kawasan itu. Pariwisata di Nanjing biasanya menggeliat pada musim panas ini. Namun para pelaku pariwisata merasakan pendapatan perusahaannya di Nanjing diperkirakan turun hampir 50 persen.

Sejak sembilan kasus pertama yang dilaporkan di Bandara Internasional Nanjing Lukou, infeksi meluas ke lima provinsi dan 10 kota pada Rabu (28/7). Pemerintah Nanjing telah mengumumkan beberapa langkah pengendalian pandemi. Langkah itu antara lain menutup semua tempat hiburan dan membatasi tamu yang memasuki restoran dan pusat perbelanjaan.

Xu Xiaolei, manajer pemasaran di CYTS Tours Holding Co China, mengatakan kepada Global Times pada hari Rabu (28/7), bahwa pandemi memiliki pengaruh kuat pada cabang perusahaan mereka di Nanjing. Pemerintah juga telah menutup seluruh destinasi wisata di Nanjing. Sebelumnya, pemerintah juga menutup Taman Nasional Gunung Zhongshan Nanjing karena Topan In-Fa.

Dampak pandemi tercermin pula pada pasar saham China, yang menunjukkan saham pariwisata dan hotel turun 2,42 persen pada Rabu (28/7). Xu menyebutkan bahwa Provinsi Nanjing dan Jiangsu memainkan beberapa peran penting dalam sektor pariwisata dan transportasi domestik, “Pengaruh pandemi regional di Nanjing dapat meluas ke pariwisata di beberapa provinsi,” kata Xu.

Pariwisata China Nyaris Pulih

Meng Lilian, seorang analis dari Institut Penelitian Industri Kesehatan Sichuan Tianfu, mengatakan kepada Global Times bahwa pandemi di Nanjing mempengaruhi pendapatan industri pariwisata Nanjing.

“Pengaruh wabah COVID-19 Nanjing dapat dilihat di beberapa provinsi. Tetapi kerusakan industri pariwisata dalam negeri secara keseluruhan akan terkendali jika penyebaran pandemi dihentikan,” kata Meng.

Dinukil dari laporan China Tourism Academy pada Juli, pariwisata China pada 2021 mendekati angka normal pada 2019. Jumlah turis domestik China pada paruh pertama tahun 2021 telah pulih menjadi 77 persen dari level pada 2019. Sementara pendapatan pada sektor pariwisata pulih hingga 70 persen dibandingkan dengan 2019.

Jia Jianqiang, CEO 6renyou, sebuah agen pariwisata online di Beijing, mengatakan pemulihan industri pariwisata China adalah tren umum pada tahun 2021. “Tingginya tingkat vaksinasi dan akumulasi pengalaman karantina dapat mengurangi pengaruh negatif, yang disebabkan oleh wabah regional,” kata Jia.

Lanskap Nanjing. Foto: diplomatic-council.org

Nanjing, ibu kota Provinsi Jiangsu, memiliki lebih dari 2.500 tahun sejaruah. Kota itu menjadi ibu kota kuno China selama 500 tahun. Unesco menetapkan brokat Nanjing, lentera Qinhuai, Ukiran Kitab Suci Jingling, dan pemotongan kertas Nanjing sebagai warisan budaya takbenda. Nanjing menawarkan sistem transportasi yang terkoneksi dengan baik, termasuk penerbangan internasional langsung.

Warga dari 53 negara yang transit melalui Nanjing, dapat menggunakan kebijakan bebas visa 144 jam untuk menikmati kota.

Leave a Reply

Your email address will not be published.