Jakarta (16/9). Palang Merah Indonesia (PMI) akan memperingati hari jadi yang ke 76 pada 17 September 2021 dengan tema ‘Bergerak Bersama untuk Sesama’ dengan harapan percepatan kebangkitan bangsa Indonesia dari pandemi.

Berdasarkan sejarahnya, PMI adalah organisasi kemanusiaan tertua dan terbesar di Indonesia yang didirikan pada tanggal 17 September 1945. Tugas awal PMI adalah menolong korban perang kemerdekaan serta membantu pertukaran tawanan perang.

“Pada dasarnya Kepalangmerahan adalah gerakan global. Jika diingat timbulnya (PMI) dari seorang pengusaha bernama Jean Henry Dunant, ketika melihat peperangan di Swiss, melihat korban begitu banyak dia berinisiatif mengajak teman-temannya menolong korban dan tidak peduli dari pihak manapun. Kenetralan PMI disini begitu penting,” ujar Sekretaris Jenderal PMI Sudirman Said pada konferensi pers hari Rabu (15/9).

Sekjen PMI mengatakan PMI merupakan kelanjutan dari organisasi kepalangmerahan yang sebelumnya dikelola oleh pemerintahan kolonial Belanda. Sebagaimana diketahui, pada 21 Oktober 1873, pemerintah kolonial Belanda mendirikan organisasi Palang Merah di Indonesia dengan nama Het Nederland-Indiche Rode Kruis (NIRK) yang kemudian namannya menjadi Nederlands Rode Kruiz Afdelinbg Indie (NERKAI).

Tepat pada tanggal 17 September 1945 terbentuklah Pengurus Besar Palang Merah Indonesia (PMI) dengan ketua pertama, Drs. Mohammad Hatta.

Pada tahun 1963, Presiden Soekarno menetapkan PMI sebagai perhimpunan nasional dengan penugasan bidang kepalangmerahan yang hingga saat ini masih ada untuk membantu pemerintah melaksanakan tugasnya.

“PMI memasuki usia yang ke 76, usia yang sama tuanya dengan Republik Indonesia. Persis sebulan setelah Indonesia merdeka, PMI berdiri, dan merupakan kelanjutan dari organisasi kepalangmerahan yang waktu itu dikelola oleh pemerintahan kolonial Belanda,” ujarnya.

Sekjen Sudirman Said mengatakan ada 5 sektor utama dalam gerakan PMI, berdasarkan undang-undang nomor 1 tahun 2018 tentang kepalangmerahan. 

PMI bertugas memberikan bantuan kepada korban konflik bersenjata, kerusuhan, dan gangguan keamanan lainnya, memberikan pelayanan darah sesuai peraturan perundang-undangan, melakukan pembinaan relawan, melaksanakan pendidikan dan pelatihan yang berkaitan dengan kepalangmerahan, menyebarluaskan informasi yang berkaitan dengan kegiatan kepalangmerahan, membantu penanganan musibah serta bencana baik dalam atau luar negeri, membantu pemberian pelayanan dan sosial, serta melaksanakan tugas kemanusiaan lainnya atas komando pemerintah.

Bantu Tangani Pandemi Untuk Solidaritas Kemanusiaan

Pada 2020 PMI menetapkan tahun itu sebagai tahun solidaritas kemanusiaan. Sekjen Sudirman Said mengatakan, kasus covid-19 di beberapa daerah masih menunjukkan tren peningkatan. Ini yang mendorong PMI bersama instansi lainnya bergerak bersama mengentaskan pandemi. 

“PMI saat ini berada di 34 provinsi, 497 kabupaten/kota, 3.406 kecamatan, serta memiliki 250 UDD di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Sudirman menambahkan, kolaborasi antar pihak merupakan kunci penting dalam pengentasan pandemi. Beban memulihkan Indonesia ini, akan lebih ringan dengan pengerjaan bersama atau secara gotong-royong.

Kembali Sudirman tegaskan, selain kolaborasi, perlu sinergitas antarpihak dalam pemulihan ini. Artinya, semua pihak yang terlibat saling membantu agar tercipta ketangguhan negeri dalam mengatasi pandemi covid-19.

“Dalam upaya mengendalikan virus mematikan ini, pemerintah selalu bersinergi  dengan seluruh pihak dan PMI berkomitmen menjadi organisasi yang terdepan dalam upaya pengendalian COVID-19. Hingga saat ini seluruh relawan terus bergerak, mulai dari memberikan edukasi, sosialisasi, penyaluran bantuan dan lain sebagainya,” kata Sudirman Said.

Sudirman mengatakan, untuk membantu pemerintah, PMI bersinergi dengan mitra atau stakeholder dengan melaksanakan vaksinasi, penyediaan fasilitas cuci tangan dan kegiatan lainnya. Dalam vaksinasi, PMI mengerahkan anggotanya pada seluruh wilayah untuk membantu petugas vaksin pada masing-masing fasilitas vaksin. Dukungan itu bertujuan agar target vaksinasi nasional segera tercapai. 

Sementara dalam hal pelayanan lainnya, PMI telah melakukan promosi kesehatan ke lebih dari tujuh juta jiwa. Harapan dari layanan ini agar dapat menguatkan kesadaran masyarakat menjaga diri dari penularan Covid-19. PMI juga telah menjangkau 1,8 juta jiwa dalam pelayanan kesehatan selama pandemi.

PMI juga mendistribusikan sejumlah bantuan untuk warga terdampak pandemi. Yang paling banyak, PMI menyalurkan alat pelindung diri bagi nakes dan APD dasar bagi warga. Tercatat, selama pandemi ini, PMI telah membagikan 3,8 juta masker medis, serta 3 juta masker kain untuk warga. Jumlah tersebut ditambah dengan perlengkapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang jumlahnya mencapai lebih dari 900 ribu buah. (Laras)

Leave a Reply

Your email address will not be published.