Jakarta (20/12). Peraturan Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2015 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Penguatan Kesetiakawanan Sosial pasal 1 ayat 2, Kesetiakawanan Sosial adalah nilai dasar yang terwujud dalam bentuk pikiran, sikap, dan tindakan saling peduli, yang menjadi dasar dicetusnya Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional 20 Desember.

Peraturan itu juga dilandasi oleh kerelaan, kesetiaan, kebersamaan, toleransi, dan kesetaraan guna meningkatkan harkat, martabat, dan harga diri setiap warga negara Indonesia.

Dikutip dari tirto.id awalnya pada 20 Desember 1958 Menteri Sosial pada saat itu H. Moeljadi
Djojomartono mencetuskan peringatan Hari Sosial dimana pemulihan sosial bagi masyarakat
Indonesia penting untuk dilakukan pasca penjajahan dan proklamasi kemerdekaan Indonesia
untuk menanggulangi permasalahan sosial yang ada.

Kemudian pada tahun 1975 Hari Sosial berganti menjadi Hari Kebaktian Sosial dan berganti lagi menjadi Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional hingga hari ini sejak 1983.

Peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional pada mulanya adalah sebagai wujud syukur dan hormat atas keberhasilan masyarakat Indonesia dalam menghadapi dan bertahan dari ancaman bangsa lain yang ingin kembali menjajah Indonesia.

Kesetiakawanan merupakan nilai luhur yang telah dimiliki bangsa Indonesia sejak dahulu. Oleh karenanya, semangat kesetiakawanan tentu harus dijaga. Dengan memperingati hari
kesetiakawanan, maka sesungguhnya masyarakat Indonesia juga memperingati nilai-nilai asli
yang dimiliki oleh bangsa Indonesia.

Pada tahun ini peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional difokuskan pada sektor
kesehatan dan ekonomi. Sebab pandemi covid-19 yang sampai saat ini terus berlangsung
membutuhkan gerakan kesetiakawanan sosial dari seluruh komponen dan lapisan masyarakat untuk melawannya. Ditambah virus yang terus bermutasi hingga yang saat ini baru saja terdengar memasuki Indonesia yaitu covid berjenis Omicron.

Karena itu salah satu upaya untuk pembuktian kesetiakawanan sosial adalah dengan adanya aksi sosial. Diantaranya turut berperan sebagai satgas covid di lingkungan sekitar, berperan aktif dalam mematuhi protokol kesehatan, juga melaksanakan vaksinasi, serta selalu menggunakan masker saat keluar rumah.

Sumber:
http://kpud-malangkota.go.id/

Penulis:
Tiya Inggriyani Setiyo

Leave a Reply

Your email address will not be published.