Bogor (20/11). Semua orang di dunia memiliki hak, tidak terkecuali anak. Setiap anak memiliki hak untuk dapat tumbuh sesehat mungkin, bersekolah, dilindungi, didengar pendapatnya, dan diperlakukan dengan adil. Penjaminan hak-hak tersebut ditetapkan dalam Convention on the Rights of the Child atau Konferensi Hak Anak yang dilakukan tanggal 20 November 1989, tepat 32 tahun yang lalu.

Di dalam konfrensi tersebut disepakati dua Bab dan 52 pasal yang didasari oleh pertimbangan bahwa anak perlu dipersiapkan untuk hidup di masyarakat, dan dibesarkan dengan semangat dan cita-cita untuk memperoleh perdamaian, martabat, toleransi, kebebasan, persamaan, dan solidaritas seperti yang tertulis dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Baperlitbang Kendal menyimpulkan Hak-hak anak menurut Konvensi Hak-hak Anak dikelompokkan dalam 4 kategori, yaitu :

  1. Hak Kelangsungan Hidup, hak untuk melestarikan dan mempertahankan hidup dan hak memperoleh standar kesehatan tertinggi dan perawatan yang sebaik-baiknya.
  2. Hak Perlindungan, perlindungan dari diskriminasi, eksploitasi, kekerasan dan keterlantaran.
  3. Hak Tumbuh Kembang, hak memperoleh pendidikan dan hak mencapai standar hidup yang layak bagi perkembangan fisik, mental, spiritual, moral dan sosial.
  4. Hak Berpartisipasi, hak untuk menyatakan pendapat dalam segala hal yang mempengaruhi anak.

Keberlangsungan hidup anak dan penjaminan haknya tidak terlepas dari keterlibatan orang tua. Dikutip dari Humanium.org terkait hak dan kewajiban orang tua dijelaskan bahwa orang tua adalah orang pertama yang memiliki kekuatan untuk bertindak atas nama anak dan memastikan hak-hak mereka dihormati.

Ayah dan ibu menggunakan hak mereka dan menjalankan tugasnya dengan mengambil keputusan menggantikan anak mereka. Tujuan mereka adalah untuk melindungi anak dan untuk menjamin pendidikan, perkembangan, keamanan, kesehatan dan moralitas anak.

Dalam masa pandemi ini, orang tua memiliki peran besar dalam pemenuhan kebutuhan pendidikan anak. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Universitas Pendidikan Ganesha menjelaskan, pendampingan belajar anak sebagian besar dipegang oleh ibu.

Adapun bentuk kontribusi orang tua selama proses pembelajaran yang perlu dilakukan meliputi: pemdampingan, menjadi fasilitator, menjadi motivator, dan menjadi pengarah.

Penulis: Chafidha/Basitha

Leave a Reply

Your email address will not be published.