Doha (1/4). Valentino Rossi tengah mempersiapkan diri mencapai target maksimal di MotoGP yang digelar akhir pekan ini, setelah mengalami performa yang kurang memuaskan pada MotoGP Qatar pekan lalu. Meski dalam kualifikasi MotoGP Qatar, ia berhasil mencatatkan waktu yang baik dan Start di posisi keempat.

Kendati demikian, pebalap asal Italia tersebut harus puas finish di urutan ke-12 sebab motornya terkendala masalah ban. “Kami berharap lebih banyak di GP Qatar, namun ketika balapan, saya merasa kesulitan dan kami menderita ban belakang,” ujar Rossi.

Menukil dari Tuttomotoriweb, Rossi mengatakan masih banyak beberapa aspek positif untuk dibawa pada seri berikutnya. Rossi meraih hasil terbaik saat sesi kualifikasi GP Qatar meski hanya mampu finish di urutan ke-12, Rossi optimis akan tampil lebih baik di seri berikutnya.

Pembalap berusia 42 tahun tersebut bertekad untuk meningkatkan performanya dan dapat meraih hasil yang memuaskan. Pasalnya pembalap bernomor 46 itu sudah lama tidak merasakan podium juara pada tiap serinya.

Dengan capaiannya itu, Rossi mendapat banyak hujatan dari paddock tim-nya sendiri, Petronas Yamaha SRT. Dilansir dari Tuttomotoriweb, saat kompetisi semakin meningkat, justru kebintangan The Doctor, sebutan Valentino Rossi semakin menurun.

Tidak hanya itu, mantan juara dunia MotoGP Marco Lucchinelli pun ikut berkomentar. Ia mengatakan saat ini waktunya pembalap muda untuk unjuk gigi. “Sejak tiga tahun terakhir Rossi tak pernah memenangkan balapan dan ia pun terakhir menjadi juara dunia MotoGP pada 2019, dulu, dia balapan untuk menang, tapi sekarang ia balapan hanya untuk bisa finish,” ungkap Marco.

Tak hanya Marco, seorang legenda MotoGP seperti Giacomo Agostini juga mengkritik penampilan Rossi yang tengah terpuruk. “Sudah menjadi fakta bahwa Anda tak bisa terus menjadi pembalap, ada masa pebalap selalu menang setiap pekan, tapi tidak untuk saat ini,” katanya.

Marco menambahkan, orang sekelas Maradona dan Pele sekalipun harus berhenti pada titik tertentu. “Ketika saya mengambil keputusan untuk pensiun, saya menangis tiga hari. Seharusnya Anda (Rossi) cerdas seperti Jorge Lorenzo untuk mengakui bahwa ini sudah bukan masanya,” kata Marco.

Leave a Reply

Your email address will not be published.