Jakarta (9/3). Ketimbang kopi yang mengandung kafein, madu pahit mungkin lebih dibutuhkan setiap orang terutama pecinta pengobatan herbal. Rasanya yang unik dan tidak lazim dari manis madu umumnya, menjadi incaran setiap orang yang menginginkan alternatif konsumsi jamu.

Madu pahit berasal dari lebah hutan liar yang mengonsumsi nektar berbagai jenis pohon atau multiflora karena itulah madu yang dihasilkan bukan kuning keemasan, namun lebih pekat coklat bahkan hitam.

Madu pahit lokal asal Bangka misalnya, mengutip situs Kemenparekraf, dihasilkan dari lebah liar yang berkoloni di pohon pelawan (Tristanopsis Merguensis) dari famili Myrtaceae dengan mengisap serbuk bunga dari sang pohon sehingga rasanya pahit. Dan hal itu hanya dapat diproduksi di Bangka karena jenis pohonnya juga langka.

Produksi madu pahit Indonesia mungkin bisa bergantung dari lebah atau jenis tanaman yang dihisap.

Pada tahun 2016, Republika pernah membahas bahwa produksi madu kuncinya ada di lebah. Madu yang pahit, biasanya dihasilkan dari lebah liar Apis Dorsata di hutan, spesies paling produktif yang menghasilkan madu dan paling banyak terdapat di Indonesia. Dalam tayangan artikel disebutkan hampir seluruh provinsi memiliki koloni lebah Apis Dorsata, sekitar 80 persen.

Selain itu, perbedaan signifikan adalah habitat lebah Apis Dorsata yang tidak dijadikan ternak atau peliharaan. Berbeda dengan lebah ternak yang terkadang perlu diberi pakan tertentu dengan habitat khusus. Lebah liar hutan mengambil makanan sesuai dengan habitat aslinya sehingga manusia yang mengandalkan madu sebagai komoditas, perlu keluar-masuk hutan untuk memproduksi. 

Indonesia Punya Lebah Liar Hutan, Italia Punya Corbezzolo

Maksudnya produksi madu asal Pulau Sardinia, Italia tetap dengan perantara lebah, hanya saja lebah itu mengisap nektar dari buah stroberi Corbezzolo yang langka dan bergantung musim.

Lebah liar hutan Indonesia juga mengandalkan musim, tapi hal itu terbantu dengan posisi Indonesia yang tepat berada di garis khatulistiwa, alias beriklim tropis.

Corbezzolo dihasilkan dari bunga putih pohon stroberi liar yang hanya ada di pulau Sardinia memiliki bentuk lonceng. Stroberi liar yang sering disebut semak belukar itu tumbuh di sepanjang cekungan Mediterania, Eropa Barat, Irlandia namun produsen utama madu wilayah itu adalah pulau Sardinia.

Mengutip BBC, pembungaan hanya terjadi pada akhir musim gugur sehingga lebah yang memproduksi madu corbezzolo harus keluar sarang untuk mendapat nektar melawan cuaca berangin, hujan, bahkan dingin. Bentuk kelopaknya yang seperti lonceng, hanya menghasilkan setengah nektar dari bunga lain, dan jika hujan deras, kelopak itu akan berhenti membuka.

Inilah hal rumit yang menjadikan madu pahit corbezzolo asal Italia termasuk langka karena hanya dapat dihasilkan di daerah itu.

(Noni Mudjiani/LINES)

Leave a Reply

Your email address will not be published.