Jakarta (2/8). TNI dan Polri sukses menghelat vaksinasi massal dengan merangkul DPP LDII dan Pondok Pesantren Minhaajurrosyidin. Langkah itu diikuti Badan Intelijen Negara (BIN) dengan bekerja sama dengan DPW LDII Jawa Barat (Jabar) dan Ponpes Sumber Barokah.

Vaksinasi massal tersebut diikuti 1.000 santri yang didukung Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang. Menurut Stafsus KaBIN Pusat Mayjen Purn TNI Suyanto, pemerintah menargetkan 70 persen herd imunity. Salah satu target utamanya adalah kalangan pelajar dan santri, “Agar mereka selekasnya dapat berkegiatan tatap muka dalam kegiatan pelajaran,” ujarnya.

Sebelum meninjau beberapa titik lokasi vaksin, Mayjen Purn TNI Suyanto menyaksikan 1.000 santri yang divaksin. Mereka terlebih dahulu dites antigen, “Meski sudah divaksin, adik-adik tetap jaga protokol Kesehatan. Jangan lengah dan terapkan 3M: pakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Syukur 600 lebih yang sudah swab antigen hasilnya negatif,” ujarnya.

BIN atas instruksi Presiden Jokowi melaksanakan kegiatan vaksinasi masal di seluruh Indonesia. Kegiatan mereka menyasar para remaja usia 12-17 tahun, yang terdiri dari santri dan pelajar. Menurut Suyanto, BIN telah berkoordinasi dengan pengurus LDII setempat, Satgas Covid-19 dan Dinkes Kabupaten Karawang. Pemilihan pesantren dilakukan karena TNI dan Polri juga sukses bekerja sama dengan Ponpes Minhaajurrosyidin.

“Tempat ini cocok untuk melakukan vaksinasi. Dengan diadakan di pesantren, harapannya program pendidikan bisa segera dilaksanakan. Selama ini pembelajaran dengan cara daring,” ujarnya.

Memutus Rantai Penyebaran Covid-19

Sementara itu, Ketua DPW LDII Jabar drg. H. Dicky Harun mengapresiasi BIN yang telah membantu vaksinasi di Ponpes Sumber Barokah Karawang binaan LDII. DPW LDII Jabar juga menginfokan, akan melaksanakan vaksinasi massal pada 8-15 Agustus 2021 dengan target 1.500 peserta.

“Harapannya, kita warga LDII bisa tervaksin dan ikut menjadi pahlawan kemanusiaan, ikut memutus mata rantai Covid -19, dan berharap bangsa kita menjadi sehat dan menjadi bangsa yang maju,” ujarnya.

Sebagai tuan rumah tempat pelaksanaan vaksinasi massal, Ketua Ponpes Sumber Barokah Karawang Ir. KH. Mustaghfirin juga turut mengapresiasi BIN, yang mempercayakan lokasi vasinasi di pesantren yang ia asuh. Menururnya, sejak pandemi melanda, hampir satu tahun kegiatan belajar mengajar diadakan secara daring.

Sebelumnya, Ponpes Sumber Barokah Karawang sudah bekerja sama dengan Dinkes Karawang melakukan vaksinasi untuk para guru dan lansia Keluarga Besar Ponpes Sumber Barokah. “Hari ini alhamdulillah melalui kerja sama dan bantuan BIN, dilaksanakan vaksinasi untuk 1.000 santri,” ujarnya.

Di tempat yang sama, dr. Yayuk Sri Rahayu juga menegaskan, meskipun sudah divaksin, tetap harus melakukan protokol kesehatan. Vaksin tidak menjamin kebal terhadap infkesi Covid-19, namun efektif mengurangi dampak buruknya. Ia juga menyampaikan, vaksin Sinovac aman bagi santri berusia 12 tahun ke atas aman. “Jangan Khawatir untuk vaksin karena vaksin aman, vaksin sehat,” ujarnya.

Harapannya setelah vaksinasi, kegiatan belajar mengajar di Ponpes Sumber Barokah Karawang bisa berjalan dengan kondusif dengan protokol kesehatan dan adaptasi kebiasaan baru.

Dalam vaksinasi massal itu, hadir Stafsus KaBIN Pusat Mayjen Purn TNI Suyanto, Direktur BIN Pusat Brigjen TNI Irwan, dan Kepala BIN Daerah Jabar Brigjen TNI Dedi Agus yang meninjau lokasi. Turut mendampingi Kabid P2M Dinkes Kabupaten Karawang dr. Yayuk Sri Rahayu, Ketua Ponpes Sumber Barokah Karawang Ir. Kh. Mustaghfirin, Ketua DPP H. LDII Rully Kuswahyudi, dan Ketua DPW LDII Provinsi Jawa Barat (Jabar) drg. H. Dicky Harun.

Leave a Reply

Your email address will not be published.