Jakarta (5/1). Sebanyak 40.250 dosis vaksin Sinovac telah didistribusikan ke Lampung melalui Pelabuhan Merak, Banten. Saat ini vaksin yang tersimpan di gudang farmasi dan instalasi Dinas kesehatan provinsi Lampung masih dalam tahap penghitungan secara manual.

Seperti yang dilansir dari Kompas TV, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung dr. Reihana mengatakan, hingga saat ini vaksin masih dalam kondisi tersimpan dan belum bisa digunakan. Pasalnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) belum mengeluarkan emergency use authorization atau otorisasi penggunaan darurat .

“Jadi kami harus menunggu ada emergency use authorization (EUA) dari  BPOM, baru kami diizinkan untuk membuka vaksin tersebut,” tambah Reihana.

Berdasarkan rilis Dinas Kesehatan Lampung, jumlah sasaran vaksin Covid-19 sebanyak 5.709.734 orang dengan usia di atas 18 tahun. Rinciannya, yang terbanyak adalah masyarakat dan pelaku ekonomi (2.282.138 orang), masyarakat rentan sebanyak 2.100.108 orang.

Kemudian lansia dengan usia di atas 60 tahun sebanyak 718.011 orang, tenaga pelayanan publik (573.648 orang). Terakhir, tenaga kesehatan dan penunjang di faskes sebanyak 35.829 orang, sebagaimana dikutip dari Kompas.

Lebih lanjut Reihana menjelaskan prioritas utama vaksinasi adalah Tenaga Kesehatan (nakes) sebagai garda terdepan. Pihaknya tengah mempersiapkan sejumlah hal salah satunya ialah melatih nakes yang akan menjadi vaksinator.

Seperti diketahui bahwa provinsi Lampung menjadi wilayah yang menerima dosis terbanyak setelah Jawa Timur dan Jawa Tengah. Lampung memiliki satu zona merah, yakni Bandar Lampung. Sementara 12 kabupaten dan kota dengan zona orange dan 2 kabupaten zona kuning.

Leave a Reply

Your email address will not be published.